Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Esai/Opini

Instrumen Pengetahuan Menurut Murtadha Muthahhari

  Instrumen Pengetahuan Menurut Murtadha Muthahhari Oleh: Ardyansyah Saputra Basri Apa saja alat yang dimiliki manusia untuk memperoleh pengetahuan? Lalu seputar topik-topik apakah yang harus diketahui dan dikenal oleh manusia? Dan berkenaan dengan masalah kriteria pengetahuan, apakah kita dapat mengetahui suatu pengetahuan itu benar atau salah? Kriteria apa yang dapat digunakan untuk mengetahui jenis pengetahuan terbaik?. Indra, Instrumen yang Diperlukan dalam Pengetahuan Manusia memiliki berbagai macam indra; penglihatan, pendengaran, penghidu, pengecap, dan perabaAndaikan manusia kehilangan semua indera itu, maka ia akan kehilangan semua bentuk pengetahuan. Hal ini juga diungkapkan oleh Aristoteles bahwa, “Siapa yang kehilangan satu indra, maka ia kehilangan satu ilmu”. Contoh seseorang yang dilahirkan dalam keadaan buta, ia tidak dapat membayangkan warna, bentuk, dan jarak. Bahkan meskipun orang lain mencoba memberi penjelasan dengan mendefinisikan warna itu dengan ragam ka...

Mempertanyakan Teori JTB (Justified True Belief) sebagai Pengetahuan

Mempertanyakan Teori JTB (Justified True Belief) sebagai Pengetahuan Oleh: Ardyansyah Saputra Basri Jika pemahaman dan pengetahuan adalah sama dengan keyakinan, maka ia tidak ubahnya sama dengan teori JTB ( justified true belief )  yang dikemukakan oleh Plato dalam karyanya yang berjudul Theaetetus dalam Meno. Menurut teori JTB, sesuatu dapat disebut sebagai pengetahuan apabila memenuhi tiga kriteria, yaitu: 1) sesuatu itu terjustifikasi (diberikan alasan yang kuat/ada pembuktiannya); 2) sesuatu itu benar (sungguh terjadi dalam kenyataan); 3) sesuatu itu diyakini (kebenarannya dipercayai). Pandangan Plato hingga abad ke 20 sangat mempengaruhi pemahaman manusia tentang pengetahuan dan menganggap definisi Plato tersebut benar. Kemudian pada tahun 1963, Edmund L. Gettier [1]   melalui filsafat analitik [2]  mengkritik pandangan Plato dalam bentuk suatu permasalahan (eksperimen pikiran) yang dikenal sebagai masalah Gettier .   Pandangan Plato tersebut dapat dinyata...

Posibilitas Pengetahuan Menurut Murtadha Muthahhari

Posibilitas Pengetahuan Menurut Murtadha Muthahhari Oleh: Ardyansyah Saputra Basri Hubungan antara Ideologi dan Pandangan Dunia Pandangan dunia adalah bentuk dari sebuah kesimpulan, penafsiran, dan hasil kajian berkenaan dengan alam semesta, manusia, masyarakat, dan sejarah. Jika pandangan dunia berlainan, maka ideologinya pun tidak serupa. Oleh karena ideologi adalah hasil dari pandangan dunia −ideologi akan mengikuti bagaimana bentuk dari pandangan dunia−, maka pandangan dunia merupakan “bangunan bawah” (asas, fondasi atau sandaran) yang memperkuat suatu bentuk pemikiran (ideologi). Sedangkan ideologi adalah “bangunan atas” (bentuk) suatu pemikiran. Sehingga dalam kalangan faylasuf, ideologi adalah hikmah ‘amaliyyah (ilmu praktis) dan pandangan dunia adalah hikmah nazhariyyah (ilmu teoritis); hikmah ‘amaliyyah adalah hasil dari hikmah nazhariyyah , bukan sebaliknya. Akar Perbedaan Pandangan Dunia Oleh karena sebagian memandang alam ini memiliki suatu bentuk, dan sebagian m...

Pengantar Singkat Epistemologi

 Pengantar Singkat Epistemologi Oleh: Ardyansyah Saputra Basri Istilah Epistemologi muncul agak lebih kemudian setelah istilah Filsafat Ilmu “ philosophie des science” yang pertama kali dimunculkan oleh Andre-Marie Ampere (1775-1835) dalam bukunya yang berjudul Essai sur la philosophie des science, ou exposition analytique d’une classificication naturelle de toutes les connaissances humanies yang terbit di Paris tahun 1834 [1] . Pada era yang sama, Aguste Comte (1798-1857) menggunakan istilah yang sama ( philosophie des science) ketika melakukan klasifikasi terhadap ragam ilmu pengetahuan. [2] Sedangkan istilah dalam bahasa Inggris “philosophy of science” baru muncul pada tahun 1840 berdasarkan buku yang berjudul The philosophy of the Inductive Sciences Founded upon their History karya William Whewell (1794-1866). Adapun dalam bahasa Indonesia, diterjemahkan menjadi Filsafat Ilmu : sebuah kajian mengenai hakikat pengetahuan manusia yang biasa disebut sebagai ilmu. Istilah epis...

Melihat Makna Tauhid dalam Ajaran Islam

Melihat Makna Tauhid dalam Ajaran Islam Oleh: Nurul Aulyah Paisal Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa adanya interaksi dengan  manusia lainnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga ia harus memeluk suatu  agama. Agama ialah suatu refleksi yang menerima, memahami, menghayati, merumuskan dan  memberitahukan ajaran agama itu di dalam jaringan realitas dunia dan masyarakat. Agama saling berkaitan dengan masyarakat. Agama memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan  masyarakat dan pertumbuhan masyarakat itu juga mempengaruhi pemikiran terhadap agama.  Dalam agama Islam terdapat dua pokok ajaran yaitu hubungan antara manusia dengan  Tuhan dan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. Hubungan antara manusia  dengan Tuhan adalah berupa ibadah seperti Shalat. Tetapi banyak juga ibadah yang berkaitan  dengan masyarakat seperti puasa dan zakat. Adapun hubungan antara manusia dengan manusia  terdapat dalam ...

Sekilas Tentang EcoTheology Seyyed Hossein Nasr

Sekilas Tentang EcoTheology Seyyed Hossein Nasr Oleh Ardyansyah Saputra Basri Sekilas Mengenai Seyyed Hossein Nasr           Seyyed Hossein Nasr merupakan seorang cendekiawan Islam kontemporer dengan penguasaan disiplin keilmuan seperti filsafat, sains, dan tasawuf. Nasr lahir di kota Teheran, Republik Islam Iran pada tanggal 17 April 1933 dan termasuk penulis yang sangat produktif, serta di Barat ia merupakan salah satu tokoh paling menonjol pada bidang pemahaman Islam tradisional. Pada 1954, ia menyelesaikan studi di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, lalu melanjutkan studi ke Harvard University untuk menekuni bidang fisika dan geologi. Namun, ia beralih bidang ke filsafat dan sejarah ilmu pengetahuan, dan pada tahun 1958 menyelesaikan studi doktoralnya.           Semasa belajar di Barat, Nasr banyak bertemu dengan para pemikir Barat yang melakukan kajian terhadap Islam dari berbagai perspektif. Ia ...

Refleksi Ketakwaan: Mengkultivasi Konsep Takwa Terhadap Tantangan Era Modernitas

Refleksi Ketakwaan: Mengkultivasi Konsep Takwa  Terhadap Tantangan Era Modernitas Oleh Muhammad Resky Maulana KONSEPSI RUANG LINGKUP TAQWA Dimulai bahwa, sejatinya tanpa mengenali diri sendiri terlebih dahulu, muncul pertanyaan tentang bagaimana kita dapat mengenal Allah Sang Pencipta tanpa mengenal diri terlebih dahulu?. Perlu adanya jalan untuk menyelami diri sebagai manusia. Hal ini dirasa penting, sebagai ajang mengukur sejauh mana seseorang mengenali dirinya sendiri. Man ‘arafa nafsahu ‘arafa Rabbahu. Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya. Maka dari itu sabagai wujud manifestasi iman seseorang kepada Tuhan, dibtuhkan ketakwaan dan keimanan sebagai pondasi awal mengenal Tuhan dan diri kita sendiri. Sejauh pemahaman yang dicapai, dijelaskan bahwa taqwa adalah sikap abstrak yang mengakar di hati setiap muslim dan penerapannya terkait dengan hukum agama dan kehidupan sosial. Seorang muslim yang taat harus selalu berusaha menaati perintah Allah dan menjauhi segala lar...