Langsung ke konten utama

Postingan

Menertawakan WTO: Kritik Terhadap Liberalisasi Pendidikan Melalui Gerakan Kontinuitas Berbasis Cone of Experience Method

Menertawakan WTO: Kritik Terhadap Liberalisasi Pendidikan Melalui Gerakan Kontinuitas Berbasis Cone of Experience Method Oleh : Muhammad Resky Maulana      Berhadapan dengan berbagai macam modernitas dan akses pendidikan global, khususnya pendidikan tinggi diwajibkan untuk mengembangkan diri. Berangkat daripada itu berbagai macam metode kebijakan pendidikan yang lebih diperkuat salah satunya yaitu menjadikan perguruan tinggi sebagai Badan Hukum untuk mengelolah otonomi kampus yang lebih jelas dan arah pendidikan yang terkesan lebih teratur. Hal ini sudah terjelaskan pada historisnya yang mengungkapkan bahwa sebagai negara yang masih berkembang, Indonesia sejak dahulu menjadi negara yang masih berorientasi kepada negara-negara lain dalam pengambilan kebijakan. Dibuktikan pada saat Indonesia pada akhirnya masuk dalam keikutsertaannya World Trade Organization (WTO) pada tahun 1950 yang berdampak pada liberalisasi 12 sektor jasa termasuk pendidikan sebagai sektor tersier dan...

Integrasi Gerakan, Mewujudkan Identitas Kolektif

  Integrasi Gerakan, Mewujudkan Identitas Kolektif  Oleh : A. Alief Muadz        Pergerakan mahasiswa menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari dunia intelektual kampus. Pergerakan mahasiswa telah menjadi roh dalam dinamika kampus yang ternyata kini sebagian besar mahasiswa acuh tak acuh terhadap peran aktivis yang memperjuangkan hak hak mahasiswa itu sendiri, dan itu disebabkan oleh beberapa faktor. Pergerakan mahasiswa saat ini kadang  dianggap sebagai suatu hal yang negatif bagi sebagian masyarakat, termasuk sebagian mahasiswa itu sendiri. Ini disebabkan karena beberapa masyarakat dan mahasiswa telah terkonstruk bahwa pergerakan mahasiswa itu hanya tentang sebatas aksi yang selalu tentang demo, pemblokiran jalan, membuat kekacauan, panas-panasan, buang buang tenaga. Padahal pergerakan mahasiswa memiliki peran yang sangat penting dalam mengawal kebijakan kampus.       Definisi identitas secara umum berasal dari ka...

Kualitas atau Ekuitas dalam Kelas Standar BPJS Kesehatan

  Kualitas atau Ekuitas dalam Kelas Standar BPJS Kesehatan Oleh : Arham Syarif      BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang merupakan badan hukum publik yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan program jaminan sosial yang tidak lama lagi akan melakukan transisi penghapusan perbedaan kelas untuk pasien rawat inap. Dimana para pasien nantinya akan menerima pelayanan kelas yang sama di rumah sakit yang bernama “kelas standar”. Hal ini tidak terlepas dari cita-cita menuju jaminan kesehatan nasional yang berkualitas dan berkelanjutan dalam konsep ekuitas kesehatan. Ketidaksetaraan terutama dalam kesehatan akan sangat mencemaskan, kesehatan dan perawatan kesehatan merupakan bagian integral dari keadilan sosial dan ekonomi (Lauranti et al., 2017)      Ketentuan kelas standar ini bukan menjadi hal yang baru karena telah tertuang dalam Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional atau UU SJSN sejak tahun 2004. Pada Pasal 23 ayat 4 menyebu...

Stop Stigma Pada Pengidap HIV/AIDS, Jauhi Penyakitnya Bukan Penderitanya

Stop Stigma Pada Pengidap HIV/AIDS, Jauhi Penyakitnya Bukan Penderitanya Oleh : Muhammad Kyrgizt Al-Muqhni HIV / AIDS merupakan penyakit menular yang terjadi di kalangan masyarakat yang belum ditemukan vaksin atau obat yang efektif untuk pencegahan HIV / AIDS hingga saat ini. Penyakit HIV/AIDS merupakan suatu penyakit yang mematikan. Penyakit mematikan ini menyebabkan penderita mengalami gangguan fisik dan mental. Penyakit ini sudah menyebar luas ke masyarakat termasuk dengan ibu rumah tangga dan anak-anak. Terus meluasnya HIV/AIDS akan menimbulkan dampak buruk terhadap pembangunan nasional secara keseluruhan. Tidak hanya pada bidang kesehatan tetapi juga mempengaruhi bidang sosial, ekonomi, budaya, agama sampai dengan hukum. Banyaknya kasus penelantaran pasien pengidap HIV/AIDS ditengah masyarakat disebabkan oleh kurangnya informasi tentang penularan HIV/AIDS kepada keluarga dan masyarakat, sehingga menyebabkan pasien pendetita HIV/AIDS sering mendapatkan perlakuan yang negati...

Pandemi dan Inovasi Pemuda: Apa Saja Kretivitas Anak-Anak Muda Ditengah Pandemi COVID 19

Pandemi dan Inovasi Pemuda: Apa Saja Kretivitas Anak-Anak Muda Ditengah Pandemi COVID 19 Oleh : Sri Mulyani  Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndorme (SARS).Virus corona paling terbaru yang ditemukan adalah virus corona COVID-19. Virus ini termasuk penyakit menular dan baru ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 yang kemudian menjadi wabah. Saat ini, kita telah menghadapi berbagai kebiasaan baru sebagai bentuk penyesuaian diri terhadap Pandemi COVID 19 yang melanda Indonesia sejaka Februari 2020. Banyak hal telah diupayakan agar kita bersama dapat bertahan ditengah masa-masa sulit ini. Sudah kurang lebih dua bulan masyarakat diminta untuk menerapkan physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskal...

Kecantikan Bukan Sepeda Motor, Tidak Perlu Pakai Standar!

Kecantikan Bukan Sepeda Motor, Tidak Perlu Pakai Standar! Oleh : Annisaa Hanifah Aulyansyah Kata perempuan kerap dikaitkan dengan kata 'cantik'. Menjadi cantik merupakan hal yang diidamkan banyak perempuan. Outputnya ialah menjamurnya berbagai produk yang menjanjikan kecantikan secara bertahap, dan bahkan secara instan. Hal ini tidak terlepas dari adanya stereotip tentang standar kecantikan yang sudah ada bahkan sejak dulu, yang dikenal dengan standar kecantikan tradisional. Misalnya saja kecantikan perempuan yang dinilai dari daun telinga yang panjang di suku Dayak, telinga perempuan diberi semacam anting yang berat sejak kecil, anting dengan berat kuningan tersebut diaplikasikan untuk memanjangkan lobus/cuping, hal ini tentu menyakitkan, akan tetapi demi memenuhi standar kecantikan yang ada, tidak sedikit wanita terdahulu yang melakukannya Kemudian, pada era modern, standar kecantikan seperti kulit pu...