Langsung ke konten utama

Postingan

Melihat Makna Tauhid dalam Ajaran Islam

Melihat Makna Tauhid dalam Ajaran Islam Oleh: Nurul Aulyah Paisal Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa adanya interaksi dengan  manusia lainnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga ia harus memeluk suatu  agama. Agama ialah suatu refleksi yang menerima, memahami, menghayati, merumuskan dan  memberitahukan ajaran agama itu di dalam jaringan realitas dunia dan masyarakat. Agama saling berkaitan dengan masyarakat. Agama memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan  masyarakat dan pertumbuhan masyarakat itu juga mempengaruhi pemikiran terhadap agama.  Dalam agama Islam terdapat dua pokok ajaran yaitu hubungan antara manusia dengan  Tuhan dan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. Hubungan antara manusia  dengan Tuhan adalah berupa ibadah seperti Shalat. Tetapi banyak juga ibadah yang berkaitan  dengan masyarakat seperti puasa dan zakat. Adapun hubungan antara manusia dengan manusia  terdapat dalam ...

Sekilas Tentang EcoTheology Seyyed Hossein Nasr

Sekilas Tentang EcoTheology Seyyed Hossein Nasr Oleh Ardyansyah Saputra Basri Sekilas Mengenai Seyyed Hossein Nasr           Seyyed Hossein Nasr merupakan seorang cendekiawan Islam kontemporer dengan penguasaan disiplin keilmuan seperti filsafat, sains, dan tasawuf. Nasr lahir di kota Teheran, Republik Islam Iran pada tanggal 17 April 1933 dan termasuk penulis yang sangat produktif, serta di Barat ia merupakan salah satu tokoh paling menonjol pada bidang pemahaman Islam tradisional. Pada 1954, ia menyelesaikan studi di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, lalu melanjutkan studi ke Harvard University untuk menekuni bidang fisika dan geologi. Namun, ia beralih bidang ke filsafat dan sejarah ilmu pengetahuan, dan pada tahun 1958 menyelesaikan studi doktoralnya.           Semasa belajar di Barat, Nasr banyak bertemu dengan para pemikir Barat yang melakukan kajian terhadap Islam dari berbagai perspektif. Ia ...

Refleksi Ketakwaan: Mengkultivasi Konsep Takwa Terhadap Tantangan Era Modernitas

Refleksi Ketakwaan: Mengkultivasi Konsep Takwa  Terhadap Tantangan Era Modernitas Oleh Muhammad Resky Maulana KONSEPSI RUANG LINGKUP TAQWA Dimulai bahwa, sejatinya tanpa mengenali diri sendiri terlebih dahulu, muncul pertanyaan tentang bagaimana kita dapat mengenal Allah Sang Pencipta tanpa mengenal diri terlebih dahulu?. Perlu adanya jalan untuk menyelami diri sebagai manusia. Hal ini dirasa penting, sebagai ajang mengukur sejauh mana seseorang mengenali dirinya sendiri. Man ‘arafa nafsahu ‘arafa Rabbahu. Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya. Maka dari itu sabagai wujud manifestasi iman seseorang kepada Tuhan, dibtuhkan ketakwaan dan keimanan sebagai pondasi awal mengenal Tuhan dan diri kita sendiri. Sejauh pemahaman yang dicapai, dijelaskan bahwa taqwa adalah sikap abstrak yang mengakar di hati setiap muslim dan penerapannya terkait dengan hukum agama dan kehidupan sosial. Seorang muslim yang taat harus selalu berusaha menaati perintah Allah dan menjauhi segala lar...

[KAJIAN RUU PKS] Sejarah Panjang UU TPKS, Berjuang Menegakkan Keadilan

 KAJIAN RUU PKS Sejarah Panjang UU TPKS, Berjuang Menegakkan Keadilan  Dasar Hukum Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang melekat pada tiap individu secara alamiah. Hak asasi manusia ini berlaku bagi setiap individu tanpa adanya pembedaan atas dasar ras, suku, agama, maupun jenis kelamin. Di Indonesia, jaminan mengenai perlindungan hak asasi manusia telah diatur dalam peraturan perundang-undangan Nomor 39 Tahun 1999 mengenai Hak asasi manusia yang menegaskan bahwa setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa adanya diskriminasi. Berbicara mengenai kesamaan hak khususnya berdasarkan jenis kelamin, secara biologis manusia dapat dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, melekat pula hak-hak asasi manusia pada keduanya. Namun, pada realitanya seringkali terjadi perlakuan yang berbeda terhadap kaum perempuan. Banyak orang menganggap bahwa perempuan cukup hanya mengurus hal-hal domestik saja.  Meningkatnya ...

Mengurai Kerangka Filsafat Psikologi; dari Yunani Kuno hingga Abad ke-17

 Mengurai Kerangka Filsafat Psikologi; dari Yunani Kuno hingga Abad ke-17 Oleh Ardyansyah Saputra Basri Pengantar tentang Psikologi Aristoteles dalam bukunya metafisika mengatakan bahwa manusia secara alamiah merupakan makhluk yang kepo, “all men by nature desire to know” [1] . Alasannya adalah karena adanya alat pengetahuan, salah satunya indera dan akal yang membuat manusia dapat mengetahui dan menjelaskan banyak perbedaan di antara berbagai hal. “ All men by nature desire to know. An indication of this is the delight we take in our senses; for even apart from their usefulness they are loved for themselves; and above all others the sense of sight. For not only with a view to action, but even when we are not going to do anything, we prefer sight to almost everything else. The reason is that this, most of all the senses, makes us know and brings to light many differences between things . ” [2] Hasrat keingintahuan manusia ini yang kemudian melahirkan filsafat dan cabang ke...